IWAN FALS my LEGEND (2001 – today)
June 24, 2009
Masih pada masa kevakuman akan kehadiran sosok idola saya, Iwan Fals, bisa dikatakan hanya album-album kolaborasi saja yang hampir dinikmati hari kehari. Salah satu album yang saya paling sukai bahkan hingga kini adalah Kantata Takwa, album yang kabarnya dibesut pula menjadi sebuah film kolosal dan tentu saja terkena cekal pada jamannya. Entah apakah film tersebut jadi diedarkan pada tahun 2008 silam.
Iwan Fals Kembali… begitu rata-rata headline berita pada media cetak yang saya baca.
Kembalinya sang idola sudah saya nantikan sejak lama. Sayangnya dua karya pertama yang dirilis sama sekali bukan sesuatu yang baru, melainkan hasil ‘pencerahan’ warna musiknya saja. ‘Kumenanti Seorang Kekasih’ dan ‘Entah’, diaransemen ulang mengikuti perkembangan musik terkini, agar bisa diterima oleh telinga orang-orang baru yang kelak diharapkan bisa menjadi penikmatnya. Bahkan video klipnya kental dengan suasana hijau lingkungan dan putihnya kostum sang idola makin menguatkan kesegaran yang diinginkan.
April 2003, di ulang tahun yang ke-25 saya mendapatkan hadiah yang paling mengesankan. Konser Iwan Fals Live in Denpasar. Ini adalah pertunjukan pertama seorang Iwan Fals yang saya tonton. Kalau tidak salah, saat itu merupakan tour untuk promosi album studio pertamanya di era milenium. “Suara Hati”. Saking gembiranya, saya bahkan ikut melafalkan dengan suara yang keras hingga membuat mangkel beberapa penonton disekitar saya… “ini nonton Iwan Fals atw nonton orang tereak sih ?” He… barangkali bisa jadi begitu bathin mereka. But, cuek aja, toh dari sekian banyak lagu yang dibawakan malam itu, gak semuanya mereka tahu, kecuali sang penggemar. He…
Juni 2003, luapan kegembiraan saya makin menjadi. Indosiar menayangkan penampilan perdana secara Live di stasiun teve. Untuk menanti ini pula saya bela-belain membeli sebuah teve Tuner agar bisa merekam penampilan Iwan Fals secara Live di Indosiar tersebut. Sayangnya saking girangnya saat tayangan tersebut, suara sumbang saya ikut terekam dalam hasil video. Syukur, seorang sahabat ikutan merekam penampilan sang idola dalam bentuk audio mp3. Jadilah file tersebut saya copy dan dendangkan hingga saat ini. Gak Cuma lirik, suasananya pun masih saya ingat hingga kini. Edan kan ?
Pasca penampilan Live Iwan Fals di stasiun teve Indosiar tersebut, bisa dikatakan entah berapa kali sang idola mulai rajin tampil di stasiun teve lainnya. He…gak percuma saya beli Teve Tuner. Jadi punya beberapa dokumentasi Live sang Idola lengkap dengan siaran iklannya. Huahahaha…
Album “Suara Hati” bisa jadi sebagai pembuka jalan bagi seorang Iwan Fals untuk kembali pada penggemarnya. Sebagai kelanjutannya ada sekitar 3 album full studio yang dirilis plus 3 album kompilasi yang menyajikan karya terbarunya.
“in Collaboration With” yang menampilkan sejumlah musisi untuk diajak kerja bareng, mereka menciptakan dan mengaransemen ulang lagu baru maupun lama dari album sebelumnya dan Iwan Fals yang menyanyikannya. Ada juga “Manusia Setengah Dewa” album akustik yang diluncurkan hampir berbarengan dengan Pemilu lima tahun lalu, tak lupa album “50-50” yang dikemas dalam warna-warna segar.
Kumpulan Tembang Cinta karya Iwan Fals yang dahulu barangkali sudah pernah dirilis dalam bentuk kompilasi, diperbaharui dengan menambahkan dua tembang baru masih bertemakan tentang cinta.
Iwan Fals maen film ? he… pasca film “Damai Kami Sepanjang Hari” dan tentu saja “Kantata Takwa”, Iwan muncul kembali dalam sebuah film lokal yang pula bertemakan Cinta, dan merilis sebuah tembang “Aku Milikmu”.
Tak hanya dunia film yang dijajaki oleh seorang Iwan Fals. Bahkan sampai ke rentang iklan motor pun Iwan Fals tampaknya masih menarik untuk didekati. Entah karena memang ketokohannya yang mengisnsiparasi banyak orang dalam sikap dan perilaku mereka, tak heran majalah luar TIME pun mendaulat Iwan sebagai salah seorang ‘Heroes’ bagi masyarakat Asia, khususnya Indonesia. Sebuah penghargaan yang sangat tinggi dan pantas saya rasa.
Akhirnya Mereka menyebutnya sebagai ‘The Legend’. Seorang musisi yang menjadi sebuah legenda, dan hingga kini masih ada dan tetap berusaha eksis untuk menyuarakan isi hatinya pada jalur yang konsekuen. Secara pribadi, rasanya semakin salut saja yang bisa saya ucapkan.
Belakangan tampaknya Iwan Fals masih tetap berusaha menyapa penggemarnya lewat sebuah karya yang didedikasikan untuk kaum terpinggirkan, mereka yang dilanda kemiskinan “Untukmu Terkasih”.
Walaupun bagi sebagian besar penikmat album-album Iwan Fals sejak dahulu hingga kini mengatakan “Iwan Fals sudah kehilangan gregetnya ketimbang album klasik terdahulu”, tetap saja sosok Iwan Fals menjadi sebuah legenda yang tetap hidup didalam hati saya.
Seorang sosok yang selama ini selalu menginspirasi saya, menemani hari-hari untuk tetap berbuat jujur dan terbaik bagi siapapun. Barangkali kelak untuk Bangsa ini. Semoga.
- Album Iwan Fals 2010 KESEIMBANGAN
Saya tidak bisa banyak berkata-kata setelah mendengar lagu-lagu dalam CD album terbaru Iwan Fals Keseimbangan yang launching pada 20 Februari 2010 di rumahnya desa Leuwinanggung Depok. Beberapa kali memutar dua belas lagu yang ada saya cukup berkomentar bahwa album ini kaya dengan musik. Tentu saja tetap diimbangi dengan materi lagu yang berkualitas dengan lirik-lirik yang sebagian kritis, namun lebih didominasi dengan lagu-lagu yang memberi pesan untuk kelestarian alam.
Album Keseimbangan ini sebenarnya memuat sepuluh lagu 'lama' dan dua lagu baru. Lagu lama yang saya maksud adalah lagu-lagu uncommercial Iwan Fals yang rekaman livenya banyak dimiliki penggemar. Namun lagu-lagu itu semua dikemas dalam racikan baru, fresh, clingg.. Dua lagu baru yang tidak pernah saya dengar sebelumnya adalah lagu Ya Allah Kami dan lagu berjudul unik, ^O^ yang disini mbak Yos (istri Iwan) ikut menjadi backing vocal.
Pada paragraf awal saya katakan album ini kaya dengan musik, mungkin karena ada Totok Tewel sebagai lead guitar yang membuat musiknya terasa berbingkai rock?. Namun tentu saja semua pemain band berperan besar dalam hidupnya lagu-lagu dalam album ini yaitu mas Heirrie (bass - yang juga melakukan mixing), mas Edi (keyboard) serta mas Deni (drum). Tapi aah.. saya bukan pengamat musik, hanya penikmat biasa saja yang cuma bisa mengatakan sebuah lagu enak atau tidak berdasar selera pribadi dan kadar sensitif gendang telinga saya.
Yaaaah, daripada berpanjang lebar.. ngomong ini dan itu yang kalau ndak sengaja salah ketik bisa-bisa menyinggung perasaan beberapa orang (hehehe)... lebih baik dengarkan sendiri lagu-lagu di album Keseimbangan ini, dan sampaikan atau simpan komentarmu.
Perhatian: dibawah ini rekomendasi saya PRIBADI lho ya, bukan titipan atau atas nama Iwan Fals, Tiga Rambu, manajemen atau tukang parkir di pasar hehe, lha wong saya ndak ada sangkut pautnya dengan mereka. Saya cuma penggemar biasa boss.. penggemar yang menikmati musik berkualitas dan lirik lagu yang inspiratif.. hehe..
Rekomendasi saya pribadi tentang album ini... Silahkan dibeli, lumayan bagus dan ndak begitu mengecewakan (itupun kalau punya uang, kalau belum ada uangnya, jangan nyolong.. dosa! mending pinjem kaset/cd punya temen). Album ini recomended untuk didengarkan dirumah, dimobil atau bahkan di warung-warung. Juga sangat recomended dimiliki untuk langsung disimpan tanpa dibuka plastik segelnya sebagai koleksi. Mengapa? karena desain cover album ini keren. Konsep cover yang belum pernah ada pada album-album Iwan Fals sebelumnya.
Tapi untuk sekarang album ini tidak dijual di toko kaset/cd. Album ini cuma bisa dibeli di kantor PT.Tiga Rambu yaitu di Leuwinanggung (rumah Iwan Fals), atau beli secara online melalui situs resmi Iwan Fals (iwanfals.co.id). Kenapa begitu? Karena Iwan Fals sekarang memilih jalur indie untuk distribusi album terbarunya. Iwan Fals mempunyai label sendiri yaitu Fals Record.
Musik bagus.. asik.. ajiiib, lirik oke, cover keren..... Benar-benar seimbang.... (meski kata beberapa kawan harganya ndak seimbang dengan kantong mereka :P)
Ini dia list lagu dalam album Iwan Fals KESEIMBANGAN
1. Suhu (lirik Subur Raharja)
2. Ya Allah Kami
3. Hutanku (lirik MS Kaban)
4. Pohon Untuk Kehidupan (lirik Muh. Ma'mun)
5. Tanam Siram Tanam
6. Ayolah Mulai
7. Aku Menyayangimu (lirik KH Mustofa Bisri)
8. ^O^
9. Sepak Bola
10. Kuda Coklatku
11. Jendral Tua
12. Malahayati (Lirik Endang Murdopo)
Sebagian besar lirik lagunya sudah pernah saya post di blog ini jauh sebelum album Keseimbangan rilis.
Tambahan: Mohon maaf saya tidak post liputan konser Launching Album Keseimbangan yang diselenggarakan pada 20 Februari 2010 mulai jam 19.30 WIB, meskipun saya bisa hadir disana. Toh di TV juga disiarkan meski tidak utuh :)
Sahabat semuanya, terima kasih sudah rutin mengunjungi blog ini dan mengapresiasinya. Terima kasih untuk mas Iwan, mbak Yos, mbak Titin, Cikal, mbak Kresnowati, Silla, Ferry, mas Manto, Firman dan keluarga besar Tiga Rambu lainnya. Serta tidak lupa spesial buat pemain band mas Heirrie Buchaeri, mas Edi Daromi, mas Deny Kurniawan, mas Toto Tewel... wis ah, pokoknya semuanya. Saya mau istirahat dulu, capek.. hehehe... Oke kawan-kawan, sampai ketemu lagi di post berikutnya yang entah kapan.. itupun kalau ndak males.. :P (Syafiq Baktir)









Tidak ada komentar:
Posting Komentar